Penderitaan anak rantauan

Beginilah penderitaan anak rantauan…

Di saat sakit, harus merawat sendiri. Apalagi klo mesti beli obat, uang bulanan jadi berkurang. Kalau sakit, bingung maw ngapain. Minum obat apa, mesti gimana, belum lagi klo lagi sibuk, ga ada yang ingetin minum obat. Gak ada yang ngompres dan kasi obat kalo demam..

Hari ini maaghku kambuh lagi..periih..Barengan juga sama sakit kepala. Tekanan darahku kayaknya turun lagi. Huuaa!!

Hidup di rantauan itu emang susah…Tapi banyak pelajaran hidup yang kudapat dari merantau. Apalagi kalau hidup dalam keterbatasan. Sulit, tapi nikmat merasakan cobaan itu.

Dulu waktu semester 1 aku tau rasanya kuliah di Informatika tanpa laptop dan kendaraan. Apalagi dengan tugas yang se-abrek dan adaptasi di kampus. Dengan duit yang terbatas, harus diatur juga. Tapi Tuhan tidak akan memberikan cobaan melewati batas kemampuan umatnya. Buktinya: IP ku masih bisa 3 ke atas walaupun dulu sempet nangis-nangis karena gak ada sarana buat kuliah.  Dapat beasiswa juga yang lumayan untuk hidup di surabaya. Hingga akhirnya aku berkecukupan untuk hidup di rantauan.

Setelah dipikir-pikir, manusia tidak boleh selamanya hidup dalam kenikmatan. Karena dengan adanya kenikmatan, manusia seringkali lupa akan hidup yang sebenarnya.

Aku senang bisa merasakan penderitaan dan kenikmatan yang bergilir ini. Semua ini membuat aku selalu bersyukur terhadap apa yang Tuhan berikan..^_^ Thanks God..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: